Menilik Sejarah Zaman Purba di Desa Wisata Sangiran Sragen

Anindita Trinoviana
Museum Purba di Desa Wisata Sangiran. (Foto: dok iNews)

Di mana, ‘bleng’ adalah garam yang dibuat untuk kerupuk gendar. Air asin ini juga dulunya kerap digunakan sebagai pengganti garam dapur, sebelum akhirnya mudah ditemukan seperti sekarang. 

Uniknya lagi, pada mata air ini terdapat gelembung yang berbau belerang. Oleh karenanya, saat api mendekat, maka akan meletup. 

Mata air asin ini berawal karena Sangiran dulunya berupa lautan. Namun, adanya pergeseran kulit bumi lah yang membuat air asin ini terperangkap di Sangiran hingga saat ini. 

Untuk tiba di Mata Air Pablengan, Anda perlu membelah hamparan sawah yang jadi #PesonaIndonesia, tentu dapat memanjakan pandangan. 

Desa wisata yang ditetapkan pada pertengahan 2019 ini telah dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Diakui oleh Aries Yustioko, sekretaris Desa Wisata Sangiran, Sandiaga Uno sempat mencicipi sensasi menaiki getek –perahu yang dibuat dari bambu- pada aliran sungai yang sampai ke Punden Tingkir.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Back to Nature! Serunya Liburan di Desa Wisata Duren Sari Trenggalek

57 tahun lalu

Serunya Belajar Membatik di Kampung Batik Tulis Giriloyo, Wajib Masuk Wishlist!

57 tahun lalu

Viral Penghapusan Mural One Piece di Sragen Dikawal Aparat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal