Menilik Sejarah Zaman Purba di Desa Wisata Sangiran Sragen

Anindita Trinoviana
Museum Purba di Desa Wisata Sangiran. (Foto: dok iNews)
(Foto: dok iNews)

Sampai akhirnya, sekitar 730.000 tahun yang lalu mulai adanya kehidupan, dengan ditandai menjadi golden era dari homo erectus dan munculnya berbagai jenis flora serta fauna. 

Pada 300.000 tahun lalu, homo erectus bermigrasi ke arah timur, dikarenakan adanya aktivitas vulkanik yang membuat lahan menjadi kering dan tidak bisa menjadi tempat tinggal. 

Kental dengan cerita masa kehidupan purba, di Desa Sangiran telah ditemukan sekitar 100 fosil manusia purba. Dengan jumlah tersebut, desa wisata ini sudah menyumbang 50 persen dari seluruh penemuan fosil homo erectus di dunia. 

Salah satu fosil yang ditemukan ialah meganthropus paleojavanicus. Hal ini juga yang membuat Desa Wisata Sangiran ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 1996. 

Tidak hanya penemuan fosil, sejarah di Desa Wisata Sangiran ini juga terlihat dengan adanya beberapa cekungan air asin yang berusia 2,4 juta tahun. Cekungan air asin yang berada di wilayah perkebunan ini dinamai dengan Mata Air Pablengan. 

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
8 hari lalu

Nicholas Saputra Kagum Mahasiswa Sekarang Tak Hanya Pintar, tapi Mau Turun Membangun Desa

15 hari lalu

Nicholas Saputra Jadi Juri di Ajang Genera-Z Berbakti 2026, Soroti Isu Desa Wisata!

29 hari lalu

4 Desa Wisata Diperebutkan Mahasiswa dari 8 Kampus Terbaik Indonesia, Ini Alasannya!

2 bulan lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal