Menurutnya, kalau memenuhi kaidah budidaya dengan baik, ikan patin di desa ini dapat menghasilkan ikan patin berkualitas tinggi dengan nilai gizi yang baik pula tentunya. Seekor ikan beratnya mencapai 5 hingga 8 kilogram.
Selain beragam jenis makanan dan minuman, larva ikan patin juga banyak diminati untuk bibit. Setelah disapa pandemi yang membuat industri wisata pingsan selama hampir dua tahun, kini Kampung Patin kembali menggeliat.
“Kami punya target one house one entrepreneur, satu rumah satu pengusaha ikan patin,” ujarnya.
Jangan khawatir soal penginapan, karena di Desa Wisata Koto Mesjid banyak masyarakat yang menyediakan homestay yang nyaman untuk beristirahat setelah kamu bertualang. Pelayanan yang ramah ala warga desa yang hangat dan bersahaja. Tarifnya pun sangat murah, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, ya hanya Rp200 ribu hingga Rp300 ribu saja per malam.
Kebersihan di Desa Wisata satu ini sangat menyenangkan, tak akan kamu lihat serakan apalagi tumpukan sampah di sini. Pasalnya, di desa ini kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah telah tumbuh sejak 2015.