Menikmati Berbagai Produk Olahan Ikan Patin di Desa Wisata Koto Mesjid
Untuk membuat es dawet ikan patin, ternyata caranya tidak terlalu sulit. Setelah beras ditumbuk hingga jadi tepung, lalu diayak. Campurkan air rebusan daun pandan sebelum ditambahkan daging ikan patin yang telah dikukus. Lalu dicetak jadi bulatan dawet. Ingat ya, dikukus!
“Jangan direbus ikannya, nanti dagingnya hancur!” kata Nelwan Putri dari Bengkel Seni dan Kerajinan Tengkuluk. Melengkapi sajian es dawet ikan patin, tuangkan gula aren dan santan. Wuih segaar...
Dulu sebelum menjadi Kampung Patin, penduduk desa Koto Mesjid berpenghasilan dari perkebunan karet. Mereka menakik getah karet untuk mereka kumpulkan dan jual.
Suhaimi, sang pelopor budi daya ikan patin, mengubah desa ini lebih makmur berkat inisiatifnya membuat dan mengajari penduduk desa Koto Mesjid budidaya ikan patin. Saat ini produksi ikan patin di Kampung Patin bisa mencapai 15 ton per hari.
“Untuk menghasilkan ikan patin berkualitas, budidaya ikan patin harus memenuhi kaidah-kaidah budidaya, mulai dari benih, persiapan kolam, perawatan, hingga makanannya,” kata Suhaimi.