Misteri tangisan ibu
Terlepas dari pemandangannya yang cantik, berkembang beragam cerita misteri mulai dari terbentuknya danau itu sendiri. Beberapa versi terbentuknya danau ini yang pertama adalah karena tangisan seorang ibu yang melihat anaknya Sinabung dan Sibayak yang terus berkelahi.
Cerita lain yang berkembang dulu ada seorang nenek yang tinggal di puncak Gunung Sinabung, sementara anak dan cucunya tinggal di kaki gunung. Pada suatu ketika sang cucu berjalan untuk mengantarkan makanan kepada sang nenek, namun di tengah perjalanan dia merasa lapar dan memakan makanan yang seharusnya diberikan kepada sang nenek. Mengetahui hal tersebut, sang nenek marah dan menampar wajah cucunya. Kemudian sang cucu menangis tanpa henti, hingga terbentuklah danau Lau Kawar ini.
Kisah mistis yang menakutkan
Banyak orang yang percaya ketika mengunjungi area ini, terdapat beberapa pantangan yang harus selalu diperhatikan. Seperti tidak boleh berkata kasar, bersikap sopan dan tidak melakukan tindakan asusila, atau membuang pembalut wanita ke danau.
Cerita mistis lain juga berkembang ketika seorang wisatawan dan sekelompok temannya yang hendak menuju danau Lau Kawar diganggu oleh makhluk tak kasat mata. Menurut pernyataan dari "orang pintar" di daerah tersebut, hal itu terjadi lantaran ada salah satu dari rombongan yang membuang putung rokok sembarangan. Rombongan ini dibekali air putih untuk melanjutkan perjalanannya.
Rombongan ini kemudian melakukan camping, namun karena kabut yang cukup pekat memaksa mereka untuk pindah ke penginapan. Selama bermalam di sana mereka terus diganggu oleh makhluk tak kasat mata ini, mulai dari penampakan hingga terjadi kesurupan secara bergilir.
Terlepas dari cerita mistis yang ada, tindakan-tindakan seperti membuang putung rokok sembarangan terutama di alam terbuka memang tidak dibenarkan. Wisatawan atau pengunjung diharuskan untuk menjaga kebersihan serta tata krama.