Mengenal Keindahan Danau Lau Kawar di Kaki Gunung Sinabung hingga Misteri Tangisan Ibu

Kiki Oktaliani
Mengenal Keindahan Danau Lau Kawar (Foto: Instagram @eviandari31)

Misteri tangisan ibu

Terlepas dari pemandangannya yang cantik, berkembang beragam cerita misteri mulai dari terbentuknya danau itu sendiri. Beberapa versi terbentuknya danau ini yang pertama adalah karena tangisan seorang ibu yang melihat anaknya Sinabung dan Sibayak yang terus berkelahi. 

Cerita lain yang berkembang dulu ada seorang nenek yang tinggal di puncak Gunung Sinabung, sementara anak dan cucunya tinggal di kaki gunung. Pada suatu ketika sang cucu berjalan untuk mengantarkan makanan kepada sang nenek, namun di tengah perjalanan dia merasa lapar dan memakan makanan yang seharusnya diberikan kepada sang nenek. Mengetahui hal tersebut, sang nenek marah dan menampar wajah cucunya. Kemudian sang cucu menangis tanpa henti, hingga terbentuklah danau Lau Kawar ini.

Kisah mistis yang menakutkan

Banyak orang yang percaya ketika mengunjungi area ini, terdapat beberapa pantangan yang harus selalu diperhatikan. Seperti tidak boleh berkata kasar, bersikap sopan dan tidak melakukan tindakan asusila, atau membuang pembalut wanita ke danau.

Cerita mistis lain juga berkembang ketika seorang wisatawan dan sekelompok temannya yang hendak menuju danau Lau Kawar diganggu oleh makhluk tak kasat mata. Menurut pernyataan dari "orang pintar" di daerah tersebut, hal itu terjadi lantaran ada salah satu dari rombongan yang membuang putung rokok sembarangan. Rombongan ini dibekali air putih untuk melanjutkan perjalanannya.

Rombongan ini kemudian melakukan camping, namun karena kabut yang cukup pekat memaksa mereka untuk pindah ke penginapan. Selama bermalam di sana mereka terus diganggu oleh makhluk tak kasat mata ini, mulai dari penampakan hingga terjadi kesurupan secara bergilir.

Terlepas dari cerita mistis yang ada, tindakan-tindakan seperti membuang putung rokok sembarangan terutama di alam terbuka memang tidak dibenarkan. Wisatawan atau pengunjung diharuskan untuk menjaga kebersihan serta tata krama.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni 2026, Ini Syaratnya!

57 tahun lalu

Bukit Peramun Tawarkan Sensasi Hutan yang Indah, Turis Malaysia dan Singapura Dibidik!

57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

57 tahun lalu

Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Prancis hingga Australia, Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal