Dia pun menyarankan agar dalam berinvestasi jangan sekadar ikut-ikutan melainkan harus memahami dan cermat. Pemahaman tentang instrumen investasi akan membantu meminimalisasi risikonya. Selain itu, investasi juga harus direncanakan dan mulai dengan
bertanggungjawab.
Menurut dia, banyak yang investasi, beli kripto, tapi cuma ikut-ikutan. Dipikirnya investasi pasti untung, itu pola pikir salah. Investasi itu perlu dipelajari dan dicermati agar bisa membuat keuntungan maksimal.
"Apalagi saat awal, butuh waktu untuk belajar. Perlu dipelajari, dicermati bahkan ditongkrongin naik-turunnya polanya seperti apa? Selain itu, jangan investasikan semua uang kita hanya di satu hal saja. Ini penting untuk meminimalisasi risiko," saran dia.
Dosen/Mentor Cipta Canggih Perdana menambahkan, di dunia perbankan pun saat ini lebih banyak nasabah yang memilih bertransaksi secara digital dibanding datang langsung ke bank. Pasalnya, transaksi digital menawarkan banyak kemudahan dan lebih efisien dari segi waktu.
Namun, di balik kemudahan ada celah yang bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang mengancam keamanan data pribadi.