JAKARTA, iNews.id – Kalender libur Maret 2026 menghadirkan kombinasi yang jarang terjadi. Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan tradisi mudik bertemu dengan Hari Raya Nyepi, momen hening khas Bali yang selalu menarik perhatian wisatawan. Perpaduan dua perayaan ini diyakini akan mendorong meningkatnya perjalanan wisata domestik.
Sinyal itu sudah mulai terlihat dari proyeksi industri perhotelan. PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) memperkirakan tingkat hunian kamar di jaringan hotelnya dapat meningkat sekitar 10 persen selama periode libur panjang tersebut dibandingkan tahun sebelumnya.
Periode paling ramai diprediksi berlangsung pada 17 hingga 29 Maret 2026, ketika arus mudik, libur Lebaran, dan momentum wisata pasca-Lebaran terjadi hampir bersamaan.
Bagi banyak keluarga Indonesia, libur Lebaran tak lagi hanya soal pulang kampung. Setelah silaturahmi selesai, sebagian masyarakat memanfaatkan waktu untuk berlibur ke destinasi wisata. Tahun ini, jeda libur yang cukup panjang juga memberi ruang bagi wisatawan untuk memperpanjang perjalanan.
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah menjelang Lebaran turut membuka peluang tersebut. Dengan fleksibilitas bekerja dari berbagai lokasi, perjalanan wisata tidak lagi harus selesai dalam waktu singkat.
"Momentum libur Lebaran dan Nyepi tahun ini menjadi katalis penting untuk menstimulasi minat masyarakat berwisata. InJourney sebagai Holding BUMN aviasi dan pariwisata menghadirkan seamless experience bagi traveller dari hulu ke hilir, mulai dari airport, hotel, hingga destinasi, sehingga perjalanan wisata menjadi lebih nyaman dan terintegrasi," kata Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia, Selasa (10/3/2026).