Dari berbagai destinasi, Bali diperkirakan kembali menjadi magnet utama wisatawan domestik. Proyeksi menunjukkan tingkat hunian hotel di pulau ini dapat mencapai sekitar 64 persen selama periode libur Nyepi dan Lebaran.
Selain Bali, sejumlah kota di Pulau Jawa juga diprediksi mengalami peningkatan permintaan kamar dengan tingkat hunian sekitar 53 persen. Sementara Sumatera diperkirakan berada di kisaran 45 persen.
Meski tidak setinggi Bali dan Jawa, hotel di Kalimantan dan Sulawesi juga diproyeksikan merasakan dampak meningkatnya mobilitas wisatawan domestik.
Menariknya, lonjakan hunian diperkirakan paling terasa di hotel bintang empat, dengan kenaikan sekitar 14 persen dibanding periode sebelumnya. Kategori ini sering menjadi pilihan wisatawan keluarga karena menawarkan fasilitas lengkap dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding hotel bintang lima.
Sementara itu, hotel bintang lima diprediksi mengalami kenaikan sekitar 5 persen, dan hotel bintang tiga sekitar 9 persen.
Beberapa hotel di destinasi wisata populer seperti Bali dan Yogyakarta diperkirakan akan mencatat tingkat hunian yang tinggi, terutama karena kedua daerah tersebut tetap menjadi tujuan favorit wisatawan domestik saat musim libur panjang.