Viral Pelajar di Samarinda Meninggal gegara Sepatu Kekecilan, Mensos Buka Suara
JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merespons viral kasus meninggalnya siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur karena sepatu yang kekecilan. Ia menekankan perlunya pembenahan penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran.
Menurutnya, pemerintah menyadari masih adanya persoalan dalam distribusi bansos di lapangan.
“Jadi memang kita selama ini menyadari ada bansos yang tidak tepat sasaran,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (5/5/2026).
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah telah memiliki instrumen untuk memperbaiki persoalan tersebut melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diterbitkan melalui Instruksi Presiden. Data tersebut menjadi acuan untuk menentukan kelayakan penerima bantuan.
Mensos Klaim Berat dan Tinggi Badan Siswa Sekolah Rakyat Meningkat, Anak-Anak Lebih Disiplin
“Maka itulah kemudian Presiden menerbitkan Inpres nomor 4 tahun 2025, yaitu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sebagai alat ukur kita untuk melihat apakah keluarga tersebut layak atau tidak layak menerima bansos,” jelasnya.