"Secara habitatnya ini memungkinkan artinya sama dengan di Merapi juga memungkinkan, semakin habitatnya variatif semakin bagus itu peluang untuk bisa berkembangbiak bagus," kata dia.
Sementara itu Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Novita Kusuma Wardhani mengungkapkan, dengan pelepasliaran seekor Elang Jawa pada Jumat (29/10/2021) kemarin menambah populasi elang di alam liar.
"Ada 35 yang hasil jumlah Elang Jawa hasil pantauan teman-teman, ada 35. Kemudian ditambah dua kali pelepasliaran. Satu kemarin di Lumajang dan sekarang jadi 37, mudah-mudahan bertambah," kata Novita.
Menurutnya, khusus untuk mengawasi populasi Elang Jawa pihaknya setahun mengamati sebanyak empat kali di beberapa titik. Terakhir kali pengamatan dilakukan pada minggu kemarin, tetapi dia enggan memberitahu lokasi pastinya Elang Jawa karena khawatir akan terjadi perburuan liar.
"Minggu kemarin baru selesai dimonitoring, di empat kabupaten ada semua. Kalau dikasih sebarannya, nanti pemburunya senang. Habitatnya masih bagus. Memang paling banyak Malang dan Lumajang, karena tutupan hutannya masih sangat bagus," tuturnya.