Harga Tiket Pesawat Belum Turun, Sandiaga Uno: Kurs Rupiah Tinggi Berdampak pada Avtur

Novie Fauziah
Sandiaga Uno sebut kurs rupiah tinggi berdampak pada avtur (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, iNews.id - Tingginya nilai kurs rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan harga tiket pesawat. Tidak heran jika kini harga tiket pesawat belum mengalami penurunan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, salah satu alasan penyebab naiknya harga tiket pesawat adalah nilai tukar atau kurs rupiah yang juga tinggi. Maka, hingga saat ini sejumlah maskapai penerbangan belum menurunkan harganya.

Kurs rupiah yang tinggi dan harga tiket pesawat naik, juga ikut berimbas pada harga suku cadang (sparepart) hingga ongkos perawatan armada. Di mana hal ini juga diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

"Saya sempat berdiskusi dengan Pak Gubernur BI, menyampaikan, salah satu yang menjadi pemicu mahalnya tiket salah satunya mahalnya Avtur," kata Sandiaga Uno, dalam Weekly Press Brief with Sandi Uno secara virtual, Senin (6/3/2023).

Lebih lanjut, ketidaktersediaan pesawat dan biaya operasi serta pemeliharaannya adalah kurs tinggi sehingga mengakibatkan harga spare parts dan harga-harga perawatan pesawat tinggi dibebankan kepada penumpang.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Pemerintah Gelontorkan Subsidi Rp2,6 Triliun, Harga Tiket Pesawat Maksimal Naik 13%

Nasional
5 hari lalu

Harga Avtur Melonjak 70 Persen, Asosiasi Maskapai Desak Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Internet
24 hari lalu

Sandiaga Uno Sebut Konten Digital Jadi Tren Bisnis yang Cuan!

Nasional
29 hari lalu

Strategi Kemenhub Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat saat Mudik Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal