Selain hari Jumat, payung hanya aja dibuka ketika ada perayaan hari besar Islam atau acara-acara tertentu yang membutuhkan fungsi payung tersebut.
"Dan apabila ada kegiatan dari wali kota atau bapak-bapak asisten, Seko dan wali kota, wakil wali kota itu biasanya ada kegiatan masing-masing sesuai dengan permintaan beliau kami buka," sambung dia.
Keputusan tersebut dibuat lantaran payung yang kerap patah dan rusak jika terkena angin kencang atau hujan yang cukup lebat. Sehingga, demi keamanan jemaah dan pemeliharaan payung tersebut tidak bisa dibuka setiap hari.
"Alasannya karena kadang-kadang risikonya tinggi. Kalau angin kencang takutnya nanti kebawa angin. Pernah lah kemarin kami buka tiap hari, namun angin ini kencang sekali apalagi ada hujan," pungkas dia.