6 Ritual Mengerikan Dilakukan Perempuan, Ada yang Sampai Setrika Payudara

Ratu Syra Quirinno
Tradisi mengerikan di dunia (Foto: The Week UK)

Cakram kecil akan dimasukkan ke dalam lubang yang mengarah ke peregangan bibir. Setelah beberapa saat, umumnya saat luka sembuh, cakram yang lebih besar akan menggantikan cakram awal. Saat bibir semakin renggang, maka semakin besar pula pelat yang dimasukkan ke dalam bibir. Pelat akhir yang dipasang bisa berdiameter 12 sentimeter atau bahkan lebih besar. Dikatakan, semakin besar piringan, maka semakin besar pula mahar yang diterima gadis itu pada pernikahannya.

5. Pembersihan seksual janda

Para janda di beberapa bagian Tanzania dan Kenya masih menjalani ritual 'pembersihan seksual' sebelum 'diwariskan' oleh mertua mereka. Para janda akan berhubungan seks dengan salah satu saudara iparnya untuk mengusir arwah pasangannya yang sudah meninggal. Wanita yang menentang tradisi ini akan diusir dari rumah perkawinan mereka dan tidak diberi bagian dalam harta atau ternak suami mereka. Bahkan, mereka juga dikucilkan oleh masyarakat sekitar.

Praktik ini membuat para wanita janda berisiko tertular penyakit menular seksual. Sangat sering kerabat laki-laki menolak berhubungan seks dengan janda karena epidemi HIV. Dalam kasus seperti itu, mereka akan menyewa 'pembersih profesional' untuk melaksanakan tradisi ini. Pasalnya, menggunakan kondom adalah hal tabu karena hanya sperma si pembersih yang memiliki kekuatan untuk 'membersihkan dan mensucikan' janda.

6. Devadasi

Tradisi Hindu yang mendedikasikan gadis-gadis muda untuk dewa di kuil-kuil ini masih terus dilakukan di beberapa bagian India selatan meskipun dilarang. Seorang devadasi (pelayan dewa atau dewi) dilarang menikahi manusia dan harus menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani dewa dan kuil. Para devadasis awalnya adalah penari candi selibat yang menikmati status tinggi dan penghormatan. Namun, praktik tersebut menjadi korup dari waktu ke waktu dan berubah menjadi sistem prostitusi ritual. Gadis-gadis itu umumnya berasal dari keluarga kasta rendah yang miskin. Saat mencapai pubertas, keperawanan mereka dilelang dan dipaksa menjadi pelacur sepenuhnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Peran Indonesia di UNESCO bakal Makin Kuat

57 tahun lalu

Masuk Ancol Gratis Mulai 8 Juni 2026, Ini Syaratnya!

57 tahun lalu

Bukit Peramun Tawarkan Sensasi Hutan yang Indah, Turis Malaysia dan Singapura Dibidik!

57 tahun lalu

Indahnya Hutan Adat Imbo Putui, Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal