"Program ini dihadirkan secara offline didukung oleh PT Pos Indonesia. Untuk online-nya, kita bekerja sama dengan platform e-commerce yang merupakan bagian dari program "Bangga Buatan Indonesia" yang ongkos kirimnya disubsidi oleh penyelenggara e-commerce," ujar Sandiaga.
Acara ini juga menjadi salah satu upaya dari Kemenparekraf/Baparekraf untuk mendukung program pemerintah agar masyarakat tidak mudik demi menekan penyebaran Covid-19. Mengirimkan bingkisan Lebaran berisikan produk lokal ini bisa menjadi salah satu cara dalam menyambung silaturahmi, menggantikan kehadiran kita di kampung halaman.
Sekaligus menghibur masyarakat yang datang ke bazaar lewat berbagai sajian yang dihadirkan, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan. Pengaturan pengunjung (visitor management) diberlakukan secara ketat, dimonitor secara langsung pada layar televisi di seputar acara.
"Acara #GakMudikDibikinAsik ini juga untuk mendukung langkah pemerintah agar masyarakat tidak mudik," katanya.
Sandiaga mengajak masyarakat untuk mensukseskan acara #GakMudikDibikinAsik ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. "Mari kita sama-sama menjaga laju pemulihan ekonomi, dengan tetap menjaga protokol kesehatan," ujarnya.