Sementara Generasi Y atau milenial yang lahir pada 1981–1995 menghadapi tekanan sebagai sandwich generation. Mereka harus menanggung biaya hidup keluarga inti sekaligus membantu orang tua dan saudara, di tengah risiko inflasi dan ketidakpastian penghasilan.
Adapun Generasi X yang lahir pada 1965–1980 cenderung memprioritaskan stabilitas jangka panjang serta menjaga kesejahteraan saat memasuki masa pensiun.
Lebih lanjut, survei ini juga menemukan adanya kesenjangan antara harapan hidup, kesiapan finansial, dan kondisi kesehatan di masa depan.
Rata-rata responden memperkirakan dapat hidup hingga usia 79 tahun. Namun, tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk menopang sekitar 19 tahun setelah memasuki masa pensiun.
Selain itu, terdapat potensi periode kerentanan kesehatan selama dua hingga empat tahun di usia lanjut. Kondisi ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang serta perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.