"Program ini dirancang untuk membantu para finalis menyempurnakan model bisnis, memvalidasi peluang pasar, mempercepat proses komersialisasi, serta memperkuat kemitraan internasional," demikian keterangan penyelenggara, dikutip Kamis (9/7/2026).
Kampanye ini bukan sekadar kompetisi ide. Pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi. Awalnya panitia menargetkan sekitar 100 proposal, namun jumlah yang masuk mencapai 638 proposal dari 55 negara.
Sejumlah proyek yang lahir dari kompetisi tersebut kini mulai menunjukkan dampak nyata. Di Ukraina, tim pemenang berhasil mengimplementasikan peralatan medis asal Taiwan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dana hadiah yang diperoleh bahkan diinvestasikan kembali untuk memperluas pengadaan alat kesehatan sekaligus mendonasikannya kepada rumah sakit.
Sementara itu, perusahaan Perovskia dari Swiss menjalin kolaborasi dengan Everlight Chemical dari Taiwan. Kerja sama tersebut menghasilkan riset yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature, dengan produksi percontohan dijadwalkan dimulai pada 2026.
Kolaborasi lain juga terjadi di Amerika Serikat. Ideas Lab bekerja sama dengan Taiwan Institute of Sports Science (TISS) mengembangkan teknologi analisis gerak berbasis AI yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan olahraga dengan standar profesional.