Miris! Ilmuwan Temukan Lumba-Lumba Menderita Alzheimer gegara Sampah di Laut

Muhammad Sukardi
Lumba-lumba menderita Alzheimer gegara laut kotor. (Foto: Ilustrasi AI)

Lumba-lumba terkadang terdampar berkelompok, tampak bingung atau disorientasi. Jika otak mereka dirusak oleh racun, kebingungan itu mungkin bukan kebetulan. Bisa jadi itu gejala yang tragis.

"Alzheimer dulunya hanya dikaitkan dengan manusia. Sekarang, kita melihat pola yang sama pada hewan liar yang menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Batas antara kita dan alam semakin menipis," ungkap peneliti.

Apa yang paling menyedihkan? Lumba-lumba tidak bisa memberitahu manusia saat mereka sedang kesulitan. Mereka hanya mulai bertindak berbeda, berenang lebih lambat, melupakan rute yang sudah dikenal, atau mengikuti teman sekawanan yang sakit ke pantai.

Peneliti percaya bahwa lumba-lumba adalah 'otak laut'. Tetapi jika lautan terus menjadi lebih kotor, pikiran-pikiran brilian itu mungkin akan terus terkikis dan itu semua gegara manusia. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral 8 Lumba-Lumba Terdampar di Asahan, Dievakuasi ke Laut Pakai 3 Perahu

57 tahun lalu

Heboh! Lumba-Lumba Terdampar di Pantai Legon Pari Lebak, Evakuasi Dramatis

57 tahun lalu

Kawanan Lumba-lumba Migrasi ke Kepulauan Seribu, Pemprov DKI: Tanda Laut Kita Sehat

57 tahun lalu

Bakteri Baik di Usus Ikutan Tidur di Malam Hari? Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal