Lumba-lumba terkadang terdampar berkelompok, tampak bingung atau disorientasi. Jika otak mereka dirusak oleh racun, kebingungan itu mungkin bukan kebetulan. Bisa jadi itu gejala yang tragis.
"Alzheimer dulunya hanya dikaitkan dengan manusia. Sekarang, kita melihat pola yang sama pada hewan liar yang menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Batas antara kita dan alam semakin menipis," ungkap peneliti.
Apa yang paling menyedihkan? Lumba-lumba tidak bisa memberitahu manusia saat mereka sedang kesulitan. Mereka hanya mulai bertindak berbeda, berenang lebih lambat, melupakan rute yang sudah dikenal, atau mengikuti teman sekawanan yang sakit ke pantai.
Peneliti percaya bahwa lumba-lumba adalah 'otak laut'. Tetapi jika lautan terus menjadi lebih kotor, pikiran-pikiran brilian itu mungkin akan terus terkikis dan itu semua gegara manusia.