Sebelumnya, tim tersebut membuktikan kemampuan robotika biologis pada 2020 dengan penciptaan Xenobots, terbuat dari sel embrio katak. Mereka berhasil merancang Xenobot agar dapat bereproduksi dengan cara yang tidak dapat dilakukan hewan atau tumbuhan hidup, sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya.
"Tidak seperti Xenobot, mereka (Anthrobot) tidak memerlukan pinset atau pisau bedah untuk membentuknya, dan kita dapat menggunakan sel dewasa bahkan sel dari pasien lanjut usia sebagai pengganti sel embrio,” ujar pencipta robot mahasiswa PhD Tufts University, Gizem Gumuskaya.
"Ini sepenuhnya dapat diperluas, kami dapat memproduksi sekumpulan robot secara paralel, yang merupakan awal baik untuk mengembangkan alat terapi," katanya.
Salah satu aplikasi terapeutik potensial ini adalah dalam penyembuhan. Tim mengamati ketika sekelompok anthrobot ditambahkan ke neuron yang tumbuh di laboratorium telah rusak karena menggaruk lapisan sel, robot tersebut mendorong pertumbuhan sel baru.
Para ilmuwan terkejut dengan kemampuan mereka, yang membuka banyak potensi penerapan pada penyakit neurologis, kerusakan jaringan, dan pemberian obat.
“Sungguh menarik dan sama sekali tidak terduga sel-sel trakea pasien yang normal, tanpa memodifikasi DNA dapat bergerak sendiri dan mendorong pertumbuhan neuron di wilayah yang rusak," ujar Gizem.
"Kami sekarang melihat bagaimana mekanisme penyembuhan bekerja, dan menanyakan apa lagi yang dapat dilakukan oleh konstruksi ini," ujarnya.