"Sejujurnya cara saya membangun interaksi dengan penonton, dengan cara membangun sebuah roleplay dengan para penonton live saya," katanya.
Adapun tantangan yang dihadapi bukan berasal dari sisi teknis, melainkan bagaimana menjaga suasana tetap hidup sepanjang siaran.
"Saya tidak terlalu sering mengalami tantangan teknis seperti halnya koneksi terputus atau semacamnya. Sedangkan tantangan kreatif yang saya lakukan ialah berinteraksi dengan penonton live saya, contohnya menjawab komentar para penonton live atau mengajak penonton untuk bergurau," ujarnya.
Soal pilihan platform, Sandy secara khusus menjatuhkan pilihan pada TikTok sebagai panggung utama dibanding YouTube maupun Facebook Gaming. Alasannya cukup sederhana namun strategis, yakni besarnya basis pengguna aktif TikTok di Indonesia.
"Menurut saya platform tiktok ini saya pilih sebagai panggung utama ialah karna tiktok memiliki banyak pengguna," katanya.