Politisi Partai Perindo -- yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- menyebutkan jika pengawasan penggunaan aplikasi berbasis AI lengang, maka akan berpotensi menyebabkan tingginya angka pengangguran karena SDM kalah bersaing dengan mesin.
"Secara pasti nampaknya teknologi ini akan terus berkembang semakin canggih untuk membantu manusia di satu sisi. Sementara di sisi yang lain juga berpotensi menggerus berbagai sektor lapangan kerja, bahkan sangat berpotensi menghasilkan karya-karya ilmiah yang mempesona tapi artificial," ucap Chris.
Sebelumnya, God Father of AI Geoffrey Hinton menyatakan apa yang ia dulu kembangkan mempunyai potensi bahaya yang cukup serius. Hal itu pula yang mengakibatkan ia pamit dari Google.
"Lihatlah bagaimana lima tahun yang lalu dan sekarang. Ambil bedanya dan sebarkan ke depan. Itu menakutkan," kata Hinton kepada The New York Times, dilansir Selasa (2/5/2023).
Hinton mengatakan saat ini perusahaan berlomba memanfaatkan sistem AI yang kuat dan berpotensi menjadi semakin berbahaya.
Google dan raksasa teknologi lainnya telah terlibat dalam persaingan yang, menurut Hinton, tak mungkin dihentikan, demikian seperti dilansir dari TechSpot, Selasa (2/5/2023).
"Sebenarnya saya pergi agar saya bisa bicara tentang bahaya AI tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap Google. Google telah bertindak sangat bertanggung jawab," tulis Hinton dalam akun Twitter pribadinya @geoffreyhinton.