Menariknya, Nezar menyebut tantangan terbesar bukan pada teknologinya. Masalah utama justru terletak pada manusia dan proses pengelolaan datanya.
Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, pembicaraan soal kedaulatan digital hanya akan menjadi slogan. Penguatan sumber daya manusia dan standar manajemen data—melibatkan sektor publik dan privat—menjadi langkah mendesak agar dataset yang dipakai benar-benar bersih, relevan, dan representatif.
"Problem dalam pemanfaatan teknologi terbaru ini bukan di teknologi yang terbesar, tapi pada people dan juga process. Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, saya kira kedaulatan yang kita bicarakan hanya menjadi retorika saja," tegasnya.