Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!

Annastasya Rizqa
Wamen Komdigi Nezar Patria. (Foto:IMG/Arif Julianto)

Dia mengingatkan, jika Indonesia ingin membangun inovasi AI yang berkelanjutan sekaligus berdaulat, maka tata kelola data harus menjadi prioritas utama. Tanpa itu, kecanggihan teknologi hanya akan menjadi potensi risiko baru.

AI yang dilatih dengan data tidak representatif berpotensi menghasilkan keputusan menyimpang. Dalam konteks layanan publik, kesalahan semacam ini bisa berdampak luas dan merugikan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi dilema, yaitu bagaimana melindungi privasi dan etika tanpa mematikan inovasi.

Nezar menegaskan regulasi harus adaptif-cukup kokoh untuk melindungi masyarakat, tetapi cukup lincah untuk mendorong eksperimen dan pertumbuhan teknologi.

Menurut dia, keseimbangan antara perlindungan dan inovasi menjadi kunci. Apalagi jika konsentrasi data hanya dikuasai segelintir pihak, kedaulatan digital Indonesia bisa terancam.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Target 9 Juta Talenta Digital, Komdigi Soroti Pentingnya Harmonisasi Kebijakan Ruang Siber

57 tahun lalu

Penipuan Digital Menggila, Komdigi Klaim Selamatkan Uang Rakyat hingga Rp8 Triliun!

57 tahun lalu

Komdigi: Pemerintah Komitmen Jaga Ekosistem Pers Sehat di Tengah Disrupsi Teknologi

57 tahun lalu

Ngenes! Komdigi Akui Banyak Anak Indonesia Manipulasi Usia di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal