Bisa Timbulkan Bencana, Microsoft Sebut AI Perlu Diregulasi

Tangguh Yudha
Microsoft Sebut AI Perlu Diregulasi (Foto: Possessed Photography/unsplash)

"Penggunaan AI untuk kejahatan pada saat pemilu sangat mungkin terjadi. Kita dengan mudah melakukan disinformasi di dalamnya. Tugas kita bagaimana menjadi garda terdepan untuk meningkatkan awareness masyarakat," tutur Panji.

Sekadar informasi, serangan siber sendiri terus meningkat seiring perkembangan zaman. Saat ini para penjahat sudah memanfaatkan AI yang dirancang khusus untuk aktivitas kejahatan di ranah digital, salah satunya WormGPT. 

WormGPT modul AI dengan fitur di luar chatbot tradisional, termasuk dukungan karakter tak terbatas, retensi memori obrolan, dan akan menjawab pertanyaan-pertanyaan bersifat ilegal. Chatbot AI yang satu ini banyak beredar di forum kejahatan dunia maya dan juga di dark web.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tinggalkan Sistem Penyimpanan Konvensional, Lexar Kembangkan AI Storage Core

57 tahun lalu

Strategi Grab Indonesia Jemput Peluang Bisnis di Tengah Tekanan Ekonomi Global 2026

57 tahun lalu

XL Smart Garap Bravo 500 Summit 2026, Luncurkan ESTA Prime Demi Perkuat Bisnis Berbasis AI

57 tahun lalu

Pegadaian Pilih Skema Kolaborasi untuk Pengembangan AI, Masih Bayar Lisensi Meta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal