Peneliti Kembangkan Smartwatch Bisa Deteksi Covid-19 Lewat Keringat

Intan Rakhmayanti Dewi
Ilmuwan dari University of Texas di Dallas, meneliti perangkat seukuran jam tangan yang dapat menganalisis keringat dan dapat melihat tanda-tanda badai sitokin disebabkan Covid-19. (Foto: Daily Mail)

Dua dari orang yang sakit menunjukkan peningkatan kadar sitokin. Sementara semua peserta memiliki sitokin dalam keringat sesuai dengan nilai yang diharapkan berdasarkan penelitian sebelumnya.

Sistem peringatan dini memungkinkan dokter memberikan steroid dengan cepat, mengurangi risiko badai sitokin tidak terkendali.

"Saat ini utamanya dalam konteks Covid-19, jika Anda dapat memantau sitokin pro-inflamasi dan melihatnya meningkat, Anda dapat merawat pasien lebih awal, bahkan sebelum mereka menunjukkan gejala,'' kata salah seorang peneliti Shalini Prasad, dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (27/4/2021).

Deteksi dini penting karena begitu badai sitokin dilepaskan, peradangan yang berlebihan dapat merusak organ, menyebabkan penyakit parah dan kematian.

Sebaliknya, jika dokter dapat memberikan steroid atau terapi lain segera setelah kadar sitokin mulai meningkat, rawat inap dan kematian dapat dikurangi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Tubuh Tak Berkeringat Bisa Picu Overheat hingga Heat Stroke, Apa Itu?

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal