Setiap tim akan menjalani fase grup menggunakan sistem triple round robin. Setelah seluruh pertandingan fase grup selesai, pemuncak klasemen dari masing-masing grup akan saling berhadapan untuk menentukan juara Championship.
Tim yang finis di posisi kedua masing-masing grup akan bertanding memperebutkan satu tiket promosi terakhir ke Super League. Di sisi lain, tim penghuni dasar klasemen akan langsung terdegradasi setelah menyelesaikan 27 pertandingan musim reguler.
Sementara tim yang menempati posisi kesembilan di masing-masing grup harus menjalani laga play-off demi mempertahankan status mereka di Championship.
I.League juga mengubah format play-off yang sebelumnya menggunakan sistem kandang dan tandang. Mulai musim depan, play-off promosi maupun degradasi akan digelar di venue netral.
Adapun partai final tetap menggunakan skema yang memberikan keuntungan kepada tim dengan performa terbaik sepanjang kompetisi.
“Perbedaannya, play-off promosi dan degradasi akan dimainkan di venue netral. Sedangkan partai final tetap menggunakan skema yang memberikan keuntungan kepada tim dengan performa terbaik atau seeded lebih tinggi,” pungkas Asep.