Meski demikian, setiap klub tetap diwajibkan memiliki minimal lima pemain U-23 dalam skuad. I.League menilai pendekatan insentif lebih efektif untuk mendorong pengembangan pemain muda dibanding kewajiban bermain yang diterapkan sebelumnya.
“Regulasi tersebut tidak dihapus, tetapi dikonversi menjadi sistem insentif. Setelah melewati ambang batas tertentu, misalnya 3.000 menit bermain, klub akan mendapatkan kontribusi finansial sebagai bentuk apresiasi,” terang Asep.
Tak hanya regulasi pemain, I.League juga melakukan penyesuaian pada struktur kepelatihan. Klub yang menggunakan pelatih kepala asing kini wajib memiliki minimal satu asisten pelatih lokal dengan lisensi AFC A Diploma.
Kehadiran asisten pelatih lokal tersebut menjadi bagian dari program pengembangan sumber daya manusia sepak bola Indonesia. Posisi itu wajib diisi pelatih lokal dan tidak dapat digantikan oleh pelatih kiper maupun pelatih fisik.
Sementara itu, kompetisi Championship atau Liga 2 musim 2026-2027 juga tetap mempertahankan format sebelumnya. Kompetisi kasta kedua tersebut akan diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi 10 tim.