“Saya menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada publik atas kekecewaan besar akibat hasil yang tidak bisa diterima ini,” tambahnya.
Presiden juga berjanji melakukan reformasi cepat dalam tata kelola olahraga nasional.
Sebelum turnamen dimulai, Hong sudah berada di bawah tekanan besar. Dia tidak populer di kalangan suporter dan media, terlebih setelah memutuskan mencoret kapten senior Son Heung-min pada laga krusial kontra Afrika Selatan, saat Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos. Keputusan itu berujung kekalahan.
Son, yang akan berusia 34 tahun bulan depan, menjalani Piala Dunia terakhirnya dan sebelumnya memberi isyarat mempertimbangkan pensiun dari tim nasional.
Hong juga sempat mendapat cemoohan dalam laga kandang sejak ditunjuk pada Juli 2024. Meski demikian, setelah mundur dia menegaskan komitmen moralnya tetap ada.