Komentar tersebut membuat anggota parlemen dari Movimento 5 Stelle, Gaetano Amato, bereaksi keras. Dia menilai Infantino tidak sedang berbicara sebagai suporter biasa di bar, melainkan sebagai Presiden FIFA.
"Apakah Gianni Infantino merasa lucu soal Italia yang tidak lolos ke Piala Dunia? Kita harus ingat dia tidak berbicara sebagai penggemar di bar, tetapi sebagai Presiden FIFA. Sebuah peran yang dia miliki juga berkat dukungan federasi Italia dan seharusnya menghadirkan keseimbangan serta rasa hormat," ujar Amato, dikutip dari Football Italia.
Amato mengakui publik Italia sangat malu dengan kondisi tim nasional saat ini. Namun, dia menegaskan Italia tidak membutuhkan lelucon murahan dari Infantino untuk menyadari krisis tersebut.
"Tidak ada yang lebih malu daripada kami soal kemunduran tim nasional dan bencana yang sedang dialami sepak bola Italia saat ini. Kami tidak membutuhkan lelucon murahannya untuk menyadari itu," tuturnya.
Menurut Amato, mengejek Italia merupakan tindakan merendahkan. Dia menilai komentar tersebut makin serius karena keluar dari figur yang seharusnya mewakili sepak bola dunia, termasuk Italia.
"Mengejek Italia merupakan tindakan meremehkan, terutama dari seseorang yang seharusnya mewakili sepak bola di seluruh dunia, termasuk Italia. Rasa malu di sekitar Azzurri memang serius. Komentar Presiden FIFA bahkan lebih serius. Abodi, tolong bersuara," ungkapnya.
Ucapan Infantino kini membuat situasi makin panas di Italia. Di tengah krisis prestasi Gli Azzurri, sindiran dari Presiden FIFA justru dianggap menambah luka bagi publik sepak bola Negeri Pizza.