“Seperti yang ditunjukkan pertandingan melawan Swiss, kami harus tetap waspada. Itu sebabnya saya mengatakan kami menjalani setiap pertandingan dengan sangat serius dan tidak boleh mengendur. Saya tidak mengatakan itu pasti terjadi saat melawan Swiss, tetapi mungkin ada momen-momen lengah dalam pertandingan itu, dan pada akhirnya kami membayar mahal,” ujarnya.
Fase gugur bukan wilayah asing bagi Deschamps dan para pemainnya. Pertandingan melawan Swedia akan menjadi laga gugur ke-19 Prancis di turnamen internasional besar sejak Deschamps memimpin tim. Tidak ada negara Eropa lain yang memainkan laga gugur sebanyak itu dalam periode yang sama.
Deschamps menegaskan situasi tanpa kesempatan kedua tidak boleh membuat pemain gugup atau bermain terlalu hati-hati. Menurut dia, tekanan seperti ini merupakan bagian dari permainan dan alasan utama mereka datang ke Piala Dunia.
“Sekarang tidak ada kesempatan kedua, tetapi itu bukan berarti kami harus bermain dengan gugup atau menahan diri,” kata Deschamps.
“Ini bagian dari permainan, dan para pemain bertanding untuk menang serta tahu tidak ada kesempatan kedua. Bersama klub, ada fase kualifikasi ketika Anda masih punya jaring pengaman. Di sini tidak ada. Ini bisa membutuhkan pendekatan berbeda, tetapi inilah tujuan kami datang, dan sekarang kami sudah di sini. Langkah berikutnya adalah masuk ke lapangan dan menang,” ujarnya.
Prancis kini memasuki fase yang lebih berbahaya. Mereka punya skuad kuat, pengalaman besar, dan mental juara. Namun, Deschamps tahu betul semua itu tidak cukup jika Les Bleus kehilangan fokus saat menghadapi Swedia.