“Rekan satu tim saya, pelatih, para penggemar, semuanya benar-benar berkelas. Anda jelas melihat bahwa Milan adalah klub bersejarah yang hebat, salah satu yang terbesar di dunia. Anda merasakannya di setiap langkah, jadi saya sangat bahagia dan menikmati semua ini," ujarnya.
Modric tiba di Italia tak lama setelah menutup lembaran panjang bersama Real Madrid—klub tempat ia memenangkan enam Liga Champions, empat gelar La Liga, dan Ballon d’Or 2018.
Ia mengakui bahwa meninggalkan Madrid bukan keputusan mudah.
“Sejujurnya, itu tidak mudah karena saya menghabiskan 13 tahun, hampir separuh hidup saya, di satu klub dan satu kota,” akunya.
Dalam wawancara yang sama, Modric juga menjelaskan apa yang membuatnya mantap pindah ke San Siro setelah berkarier di salah satu klub terbesar dunia.
“Saya tiba di Madrid relatif terlambat, di usia 27 tahun, tetapi di saat yang tepat. Saya siap untuk langkah itu. Empat tahun saya di Inggris sangat membantu saya. Semua yang saya jalani dan capai di Madrid masih terasa luar biasa," ucapnya.