Munoz juga dikenal pekerja keras tanpa bola. Dia sering turun menjemput bola, menarik tim naik ke depan, lalu memindahkan permainan ke sisi berlawanan untuk membuka ruang.
Dalam laga melawan Atletico Madrid pada Oktober, Munoz menunjukkan kekuatan utama lain. Dia mampu berputar cepat di ruang sempit, melewati Robin Le Normand, lalu menusuk ke tengah untuk melepaskan tembakan.
Ambisinya terkadang berlebihan. Dia masih gemar mengambil tembakan jarak jauh dengan peluang kecil. Namun kebebasan bermain tersebut memberi dampak besar pada produktivitas Osasuna di musim debutnya.
Aksi penentunya terlihat saat mencetak gol di masa tambahan waktu melawan Rayo Vallecano. Munoz lolos dari tekanan di area sempit, memanfaatkan kecepatan, lalu menuntaskan peluang yang sempat terdefleksi kiper.
Munoz piawai menembak dengan kaki dominan maupun non-dominan. Dia pernah mencetak gol melengkung dari jarak 28 meter, mencetak gol sudut sempit dengan kaki kiri, serta mencetak dua gol sundulan meski tinggi badannya hanya 173 cm.
Liverpool melihat Munoz sebagai solusi jangka panjang untuk memecah pertahanan rapat, terutama dalam situasi dominasi penguasaan bola. Akselerasi, keberanian, dan variasi tembakan jadi senjata utama.
Munoz akan menandatangani kontrak enam tahun dan menjadi rekrutan pertama Liverpool sejak pergantian pelatih kepala awal Juni. Dengan Mohamed Salah hengkang jelang Piala Dunia, lini depan Liverpool kini memasuki era baru.