Pelatih berlisensi UEFA A Pro di Koeln, Jerman, sejak 2007 itu juga terkesan dengan performa peserta MLSC Bandung 2025–2026. Dia melihat potensi besar yang membuatnya optimistis terhadap peluang All-Stars Bandung di ajang nasional mendatang.
“Jika dilihat dari hasil MLSC Bandung Seri 2 2025–2026, All-Star Bandung nanti termasuk salah satu yang punya kans untuk juara. Tapi saya harus melihat terlebih dulu dan kumpulkan pemain-pemain yang kita pilih, kita bandingkan. Karena mereka di MLSC All-Stars sebelumnya bermain dengan pemain-pemain yang kurang bagus. Nanti kalau sudah dikumpulkan sama pemain yang lumayan bagus, kita pilih lagi,” ucap Timo.
Rangkaian MilkLife Soccer Challenge akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025–2026. Ajang ini mempertemukan talenta terbaik dari seluruh kota penyelenggara yang telah melalui proses kurasi dan mengikuti MilkLife Soccer Extra Training.
Format pertandingan All-Stars mengalami perubahan signifikan dari 7 lawan 7 menjadi 9 lawan 9. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, dengan setiap tim mewakili kota masing-masing demi memperebutkan podium juara.
Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai MilkLife Soccer Challenge memiliki peran krusial dalam pembinaan pesepakbola putri usia dini dari KU 8 hingga KU 12. Menurutnya, turnamen ini menjadi sumber penting pencarian talenta masa depan.