Masalah lini belakang terlihat jelas saat Persebaya kalah 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada 7 Maret lalu. Kekalahan itu menjadi bahan evaluasi utama tim pelatih.
“Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir. Kami memerlukan pemain dengan keseimbangan defensif yang baik agar tidak dirugikan lagi karena penempatan posisi sebelumnya kurang tepat,” ujar Tavares, dikutip dari iLeague.
Tavares menegaskan fokus latihan saat ini diarahkan pada perbaikan garis pertahanan dan pola bermain saat transisi. Dia ingin tim mampu menjaga struktur permainan dengan lebih baik.
Menurut dia, kelemahan utama terjadi saat menghadapi serangan balik lawan. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan untuk menciptakan peluang berbahaya.
“Kami menyusun prinsip garis pertahanan dan juga skema menyerang, termasuk saat menguasai bola. Keseimbangan ini harus lebih baik karena kami kebobolan dari proses serangan balik,” kata dia.