Kasus Tendangan Kungfu Fadly Alberto Memanas, Dewa United Siap Bawa ke Jalur Hukum

Andri Bagus Syaeful
Penyerang Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga (10). (Foto: PSSI)

Sumardji juga mengungkap komunikasi langsung dengan pemain yang bersangkutan. Dari penjelasan yang dia terima, tindakan tersebut dipicu oleh emosi akibat dugaan rasisme.

“Ada teriakan dari bench, ‘Berto hitam, Berto monyet’. Dari situ dia naik emosi dan melakukan tendangan itu,” jelasnya.

Meski begitu, dia menegaskan tindakan kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pemain harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Itu tidak dibenarkan dan tidak boleh dilakukan. Dia harus evaluasi diri dan menerima keputusan Komdis,” katanya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius di kompetisi usia muda. Selain potensi sanksi dari Komdis PSSI, langkah hukum dari pihak Dewa United membuat persoalan ini berpotensi berlanjut ke ranah yang lebih luas.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
Soccer
6 jam lalu

5 Insiden Terbengis di Sepak Bola: dari Gigit Bahu hingga Tendangan Kungfu

Soccer
20 jam lalu

Viral Tendangan Kungfu di EPA U-20, SOS Sebut Bukti Lemahnya Pembinaan Sepak Bola

Soccer
20 jam lalu

I.League Kecam Tendangan Kungfu Fadly Alberto di EPA U-20: Mencoreng Kompetisi Usia Muda!

Buletin
1 hari lalu

Pernyataan Lengkap Fadly Alberto, Minta Maaf usai Layangkan Tendangan Kungfu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal