Kasus Tendangan Kungfu Fadly Alberto Memanas, Dewa United Siap Bawa ke Jalur Hukum

Andri Bagus Syaeful
Penyerang Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga (10). (Foto: PSSI)

Sumardji juga mengungkap komunikasi langsung dengan pemain yang bersangkutan. Dari penjelasan yang dia terima, tindakan tersebut dipicu oleh emosi akibat dugaan rasisme.

“Ada teriakan dari bench, ‘Berto hitam, Berto monyet’. Dari situ dia naik emosi dan melakukan tendangan itu,” jelasnya.

Meski begitu, dia menegaskan tindakan kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Pemain harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Itu tidak dibenarkan dan tidak boleh dilakukan. Dia harus evaluasi diri dan menerima keputusan Komdis,” katanya.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius di kompetisi usia muda. Selain potensi sanksi dari Komdis PSSI, langkah hukum dari pihak Dewa United membuat persoalan ini berpotensi berlanjut ke ranah yang lebih luas.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jawaban Tegas Paul Munster soal Masa Depannya di Bhayangkara FC

57 tahun lalu

Jan Olde Riekerink Buka Suara soal Masa Depannya di Dewa United: Klub Lebih Penting dari Ego!

57 tahun lalu

Tim Senior Gagal Juara, Persija U-20 Angkat Trofi EPA Super League

57 tahun lalu

Hasil Bali United vs Bhayangkara FC: Boris Kopitovic Gacor, Serdadu Tridatu Menang Telak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal