Herdman menegaskan dirinya belum menemukan susunan terbaik. Dia menilai proses pembentukan tim membutuhkan waktu dan tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.
"Jika Anda bertanya kepada saya pada 2018 saat saya mengambil alih tim nasional Kanada, bagaimana tim itu akan terlihat pada 2022, itu benar-benar berbeda dari yang saya mulai. Ini bagian dari perjalanan yang akan kami jalani," jelas Herdman dalam konferensi pers pascalaga, Senin (30/3/2026).
Dia juga menekankan tidak semua pemain akan bertahan dalam jangka panjang. Persaingan dalam tim menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas permainan.
"Beberapa pemain akan tetap, sebagian lainnya akan melanjutkan perjalanan ini dan terus berjuang untuk Indonesia serta meningkatkan kualitas. Tetapi kami harus memenangkan pertandingan," terang Herdman.
Herdman menyoroti pentingnya karakter pemain dalam membangun tim kuat. Dia mencari sosok dengan mentalitas tinggi dan semangat juang besar untuk membawa Indonesia ke level berikutnya.
"Saya harus menemukan pemain yang memiliki keinginan mutlak, naluri membunuh, semangat, dan kemauan untuk datang ke sini, berjuang, untuk memastikan kami lolos ke 2030. Itu misi kami," tegas Herdman.
Menurut dia, terlalu dini menentukan tim impian pada tahun pertama kepemimpinannya. Proses pengembangan masih berada pada tahap awal dengan banyak potensi yang belum tergali.
"Saya tidak bisa mengatakan sekarang tim impian pada tahun pertama saya. Indonesia baru saja memulai. Kami punya lebih banyak potensi dan pemain baru akan muncul. Kami akan melihat pemain di Eropa dan pemain lokal," ujar Herdman.
Dia optimistis komposisi tim akan berubah seiring waktu. Perkembangan pemain dan munculnya talenta baru diyakini akan memperkuat Timnas Indonesia ke depan.
"Saya percaya tim yang Anda lihat sekarang akan berbeda seiring waktu. Tidak ada tim impian. Tim ini akan menjadi lebih baik, akan berkembang, dan kami akan menemukan lebih banyak pemain baru," ucapnya.