Keberhasilan membalikkan keadaan dari 0-2 dua kali dalam waktu singkat dinilai sebagai sesuatu yang langka. Inter menunjukkan ketajaman dengan membobol salah satu pertahanan terbaik di Italia.
Chivu menegaskan karakter timnya.
“Kami menyadari apa yang dilakukan Como, dan kami berhasil mencetak banyak gol melawan salah satu pertahanan terbaik di Italia. Para pemain sangat peduli pada Inter sehingga mereka berjuang keras untuk membalikkan keadaan," ucapnya.
Dia menutup dengan pernyataan tegas. “Membalikkan ketertinggalan 0-2 melawan Como dua kali dalam 10 hari, hanya Pazza Inter yang bisa melakukannya," kata dia.
Julukan “Crazy Inter” kembali mencuat setelah sempat meredup pada era Antonio Conte dan Simone Inzaghi yang lebih menekankan stabilitas permainan.
Terakhir kali Inter meraih double Serie A dan Coppa Italia terjadi pada era Jose Mourinho saat meraih treble pada 2010. Chivu, yang pernah menjadi bagian dari skuad tersebut, menanggapi perbandingan itu dengan santai.
“Itu karena media menyukai judul besar, tetapi saya hanya Cristian, tanggung jawab saya hanya untuk para pemain ini. Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan sebaik mungkin untuk mereka yang percaya pada saya, untuk para pemain luar biasa ini, dan berharap membawa pulang target kami.”