Dalam rekaman tersebut terlihat Prestianni menarik jersey menutupi wajahnya sebelum berbicara ke arah Vinicius. Benfica menyatakan jarak antar pemain membuat rekan setim Vinicius tidak mungkin mendengar apa yang diklaim.
“Seperti yang ditunjukkan gambar, mengingat jaraknya, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka klaim telah dengar,” tulis Benfica.
Jose Mourinho turut angkat bicara. Dia menyebut melihat dua hal berbeda dan memilih bersikap independen. “Saya melihat dua hal yang benar-benar berbeda. Saya ingin bersikap independen dan tidak berkomentar soal itu. Saya mengatakan persis seperti itu kepadanya,” ujarnya kepada Amazon Prime.
Dia juga menambahkan, “Saya mengatakan kepadanya, ketika Anda mencetak gol seperti itu, rayakan saja dan kembali. Ketika dia berdebat soal rasisme, saya mengatakan tokoh terbesar dalam sejarah klub ini, Eusebio, adalah seorang kulit hitam. Klub ini bukan klub rasis. Mereka mengatakan hal berbeda kepada saya. Saya tidak percaya salah satu dari mereka. Saya ingin tetap independen.”
Vinicius mendapat dukungan dari rekan setimnya. Trent Alexander-Arnold mengatakan, “Vini sudah mengalami hal seperti ini beberapa kali sepanjang kariernya dan terjadi lagi malam ini hingga merusak malam kami sebagai tim adalah sebuah aib.”
Dia menambahkan, “Ini adalah aib bagi sepak bola. Tidak ada tempat untuk itu di sepak bola atau masyarakat. Ini menjijikkan.”
Kasus ini kini menjadi perhatian publik sepak bola Eropa. UEFA belum mengeluarkan pernyataan resmi lanjutan terkait insiden tersebut.