Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Rasis ke Vinicius Junior, Benfica Rilis Bukti Video

Abdul Haris
Pemain Benfica Gianluca Prestianni (tengah) dituding melontarkan ejekan bernada rasis kepada winger Real Madrid Vinicius Junior di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. (Foto: TVP Sport)

Pernyataan Vinicius dan Bantahan Prestianni

Vinicius kemudian menyampaikan pernyataan melalui media sosial. Dia menulis, “Orang-orang rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu menutup mulut dengan jersey mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka. Tidak ada yang terjadi di sini yang baru dalam hidup saya atau keluarga saya.”

Dia juga menyoroti kartu kuning yang diterimanya. “Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Saya masih tidak mengerti alasannya. Di sisi lain, itu hanya protokol yang dijalankan dengan buruk dan tidak berguna.”

Vinicius mengaku tidak suka berada dalam situasi seperti ini. “Saya tidak suka muncul dalam situasi seperti ini, terutama setelah kemenangan besar ketika seharusnya tajuk utama tentang Real Madrid, tetapi ini perlu.”

Prestianni membalas melalui media sosial. Dia menulis, “Saya ingin menjelaskan tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada pemain Vinicius Junior, yang sayangnya salah menafsirkan apa yang dia pikir dia dengar. Saya tidak pernah menjadi rasis dan saya menyesal atas ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid.”

Benfica membagikan pernyataan tersebut dengan pesan, “Bersama, di sisimu.” Klub Portugal itu juga mempublikasikan cuplikan video dari pinggir lapangan.

Dalam rekaman tersebut terlihat Prestianni menarik jersey menutupi wajahnya sebelum berbicara ke arah Vinicius. Benfica menyatakan jarak antar pemain membuat rekan setim Vinicius tidak mungkin mendengar apa yang diklaim.

“Seperti yang ditunjukkan gambar, mengingat jaraknya, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka klaim telah dengar,” tulis Benfica.

Jose Mourinho turut angkat bicara. Dia menyebut melihat dua hal berbeda dan memilih bersikap independen. “Saya melihat dua hal yang benar-benar berbeda. Saya ingin bersikap independen dan tidak berkomentar soal itu. Saya mengatakan persis seperti itu kepadanya,” ujarnya kepada Amazon Prime.

Dia juga menambahkan, “Saya mengatakan kepadanya, ketika Anda mencetak gol seperti itu, rayakan saja dan kembali. Ketika dia berdebat soal rasisme, saya mengatakan tokoh terbesar dalam sejarah klub ini, Eusebio, adalah seorang kulit hitam. Klub ini bukan klub rasis. Mereka mengatakan hal berbeda kepada saya. Saya tidak percaya salah satu dari mereka. Saya ingin tetap independen.”

Vinicius mendapat dukungan dari rekan setimnya. Trent Alexander-Arnold mengatakan, “Vini sudah mengalami hal seperti ini beberapa kali sepanjang kariernya dan terjadi lagi malam ini hingga merusak malam kami sebagai tim adalah sebuah aib.”

Dia menambahkan, “Ini adalah aib bagi sepak bola. Tidak ada tempat untuk itu di sepak bola atau masyarakat. Ini menjijikkan.”

Kasus ini kini menjadi perhatian publik sepak bola Eropa. UEFA belum mengeluarkan pernyataan resmi lanjutan terkait insiden tersebut.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Real Madrid Boyong Denzel Dumfries dengan Harga Murah, Inter Milan Pasrah

57 tahun lalu

Real Madrid Bidik Denzel Dumfries, Efek Domino Transfer Seret Inter ke Duel Panas Perebutan Marco Palestra

57 tahun lalu

Real Madrid Tegas soal Masa Depan Vinicius Junior: Dia Bebas Pergi jika Mau!

57 tahun lalu

Bukan Jose Mourinho, Calon Presiden Real Madrid Ini Siapkan Pelatih Kejutan jika Terpilih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal