Meski daftar nama tersebut tersebar luas di media Italia, penyidik menegaskan belum ada bukti yang menempatkan para pemain sebagai tersangka. Nama mereka hanya muncul dalam percakapan, permintaan layanan, atau penyebutan tidak langsung.
Dalam dokumen awal penahanan, nama para “klien” sengaja tidak dicantumkan demi alasan hukum. Hal ini karena hingga kini tidak ada dakwaan pidana terhadap pihak pengguna jasa.
Skandal ini tetap menjadi perhatian besar karena melibatkan banyak nama besar dari klub-klub elite Eropa. Investigasi masih berjalan untuk mengurai sejauh mana jaringan ini beroperasi dan siapa saja yang terlibat secara aktif.
Hingga saat ini, otoritas Italia masih menelusuri alur komunikasi dan transaksi dalam jaringan tersebut, sembari menegaskan proses hukum harus berjalan berdasarkan bukti, bukan sekadar penyebutan nama dalam rekaman.