MILAN, iNews.id - Skandal prostitusi mewah di Italia mengguncang dunia sepak bola setelah puluhan nama pesepak bola top dunia disebut muncul dalam hasil penyadapan kasus jaringan hiburan malam ilegal yang diungkap Guardia di Finanza.
Penyelidikan ini berawal dari pengungkapan jaringan yang diduga mengelola prostitusi serta aktivitas hiburan malam eksklusif untuk kalangan elit, termasuk pesepak bola Serie A. Dalam operasi tersebut, juga ditemukan indikasi penggunaan zat rekreasional berupa “laughing gas” atau gas tertawa.
Kasus ini tidak hanya menyorot dunia malam kelas atas di Milan, tetapi juga membuka dugaan adanya jaringan terorganisir yang menyasar atlet profesional. Guardia di Finanza telah menetapkan sejumlah tersangka yang diduga mengatur layanan tersebut untuk klien VIP.
Dalam dokumen penyelidikan, para pelanggan tidak dicantumkan sebagai tersangka utama. Hal ini berkaitan dengan status hukum aktivitas prostitusi berbayar di Italia yang tidak selalu dikategorikan sebagai tindak pidana bagi pengguna jasa.
Lebih dari 60 nama disebut muncul dalam hasil penyadapan, termasuk pesepak bola, seorang pebalap Formula 1, dan atlet hoki es. Namun, kemunculan nama-nama tersebut tidak serta-merta berarti keterlibatan dalam tindak kriminal.