“Saya tidak bisa menjabat tangan seseorang yang dibawa Israel untuk memutihkan fasisme dan genosida mereka. Kami sedang menderita,” ucapnya kepada Reuters.
Meski momen tersebut memicu sorotan global, Infantino tidak mengendurkan niatnya. Dia kembali menyinggung rencana turnamen itu saat menjawab pertanyaan terkait sikap delegasi Palestina dan Israel.
“Saya berterima kasih kepada dua perwakilan dari Israel dan Palestina, yang memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama sebagai anggota FIFA,” ujar Infantino.
“Kami akan bekerja bersama, mari bekerja bersama memberi harapan bagi anak-anak, mari bekerja bersama untuk itu," tuturnya.
Dia menambahkan, “Kami memiliki turnamen U-15 yang indah, kami akan mengundang seluruh 211 negara untuk berpartisipasi, semua anak-anak di dunia. Mari lakukan ini demi mereka. Mari bekerja bersama. Anda mendapat komitmen saya dan dukungan dari seluruh ruangan.”