FIFA pertama kali mengumumkan turnamen bergaya festival ini pada Desember 2025. Edisi perdana akan diikuti tim putra pada 2026, sementara tim putri dijadwalkan tampil pada edisi berikutnya di 2027.
Dalam pernyataan resmi, FIFA menyebut edisi 2028 dan seterusnya akan melibatkan tim putra dan putri U-15 dari seluruh asosiasi anggota. Durasi pertandingan dibuat lebih singkat, lapangan lebih kecil, serta jumlah pemain tujuh hingga sembilan orang per tim demi menyesuaikan kebutuhan pengembangan usia muda.
Turnamen ini diproyeksikan berlangsung di Miami, lokasi yang memiliki sejumlah kantor operasional FIFA. Kota tersebut dipilih sebagai pusat kegiatan turnamen perdana.
Isu lain ikut mengemuka dalam rencana ini. Rusia berpeluang ambil bagian meski tim nasional seniornya masih dilarang tampil di kompetisi resmi FIFA sejak 2022 akibat invasi ke Ukraina.
Infantino sebelumnya menyebut larangan tersebut tidak memberi hasil positif.
“Kita harus mempertimbangkan untuk menerima kembali Rusia. Larangan ini tidak mencapai apa pun, hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian. Membiarkan anak laki-laki dan perempuan Rusia bermain sepak bola di bagian lain Eropa bisa membantu,” kata dia kepada Sky Sports.
Meski begitu, hingga kini Rusia masih berstatus dilarang di level senior. Wacana keikutsertaan di turnamen usia muda FIFA kembali membuka perdebatan panjang tentang peran sepak bola di tengah konflik geopolitik.