Erick menilai FIFA Series 2026 juga menjadi ajang penting bagi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman. Turnamen ini memberi ruang bagi tim pelatih untuk menguji pendekatan taktik menghadapi gaya permainan lintas benua.
“Ajang ini menjadi uji coba penting bagi pelatih baru dan kesempatan pemain Timnas menjajal gaya bermain dari konfederasi berbeda,” kata Erick Thohir dikutip dari rilis resmi PSSI, Senin (23/2/2026).
Indonesia akan membuka turnamen dengan menghadapi St. Kitts and Nevis pada 27 Maret 2026. Erick menilai laga pembuka tersebut langsung menyajikan tantangan serius bagi Skuad Garuda.
Dia menjelaskan St. Kitts and Nevis mengusung gaya sepak bola khas British dengan permainan direct serta mengandalkan serangan balik cepat. Pola tersebut menuntut konsentrasi tinggi dan disiplin sepanjang laga.
Jika mampu melewati laga pembuka, Indonesia berpeluang menghadapi pemenang duel Bulgaria kontra Kepulauan Solomon. Kedua tim itu memiliki karakter permainan yang kontras dan sama-sama menuntut adaptasi cepat.
Kepulauan Solomon dikenal memiliki pemain-pemain teknis dengan kemampuan duel satu lawan satu yang kuat, dipengaruhi budaya futsal dan sepak bola jalanan. Sementara Bulgaria identik dengan permainan disiplin, struktur bertahan rapi, dan efisiensi serangan.
Erick berharap FIFA Series 2026 menjadi fondasi awal pembentukan kembali kekuatan Timnas Indonesia di era baru. Turnamen ini dinilai tepat untuk mengasah mental bertanding sekaligus mematangkan kerangka tim menuju agenda internasional berikutnya.