“Ada banyak pemain yang melangkah maju musim ini. Orang mungkin tidak mengira mereka pemimpin, tetapi mereka berbicara dalam grup dan membantu rekan setim lewat percakapan pribadi,” katanya.
Setelah hasil buruk melawan Wolves, Arsenal kemudian melaju dengan empat kemenangan beruntun di Premier League. Mereka sukses mengalahkan Tottenham Hotspur, Chelsea, Brighton & Hove Albion, dan Everton.
Rentetan kemenangan tersebut akhirnya menjadi penentu keberhasilan Arsenal meraih gelar juara liga musim ini. Rice menilai perubahan mental menjadi faktor terbesar kebangkitan tim.
“Ada beberapa pertemuan penting tanpa staf pelatih, hanya pemain. Setelah laga melawan Wolves, itu menjadi momen paling krusial,” ucap Rice.
“Kami mengatakan kalau ingin juara, kami harus menikmati kemenangan dengan cara yang baik dan tidak terus merasa tertekan,” lanjutnya.
Rice mengakui Arsenal sempat kehilangan ketenangan karena tekanan besar dalam perburuan gelar. Namun setelah pertemuan tersebut, seluruh pemain mulai lebih rileks dan kembali menikmati permainan mereka.
“Dari momen itu semua orang menjadi lebih tenang dan itulah titik baliknya,” tutur Rice.