Dengan pengalaman memperkuat Stuttgart di Bundesliga hingga Real Valladolid di La Liga, Barba membawa aura pemain Eropa ke lini belakang Persib. Namun alih-alih terbebani status besar Persib yang baru menorehkan gelar back to back Liga Indonesia, dia justru menikmatinya.
“Tekanan adalah hal biasa dalam sepakbola. Saya senang bisa merasakan tekanan karena tekanan membuat anda melakukan yang maksimal,” katanya lugas. Pernyataan itu seolah menjadi tantangan terbuka, baik untuk dirinya maupun lawan.
Rasa tak sabar Barba pun terus menggebu. Baginya, tekanan adalah bahan bakar. “Jadi saya tidak sabar untuk memainkan pertandingan pertama pekan ini dan saya senang. Saya juga berharap bisa dimainkan di pertandingan ini karena ini penampilan yang penting,” ujarnya penuh antusias.
Cerita Barba menjelang debutnya ini semakin menarik karena berangkat dari situasi tak ideal. Dari sakit perut hingga harus adaptasi cepat, dia menunjukkan mental baja tidak ada alasan untuk menunda pembuktian di lapangan.
Debut Barba di GBLA pun diprediksi jadi sorotan utama. Bobotoh menanti kehadiran pemain berpengalaman Eropa itu untuk memperkokoh pertahanan, sekaligus melihat apakah mentalitas “pecinta tekanan” benar-benar bisa mengangkat performa Persib melawan Persebaya.