Pelatih asal Rumania itu menekankan pentingnya fleksibilitas dalam strategi.
“Kamu harus mencoba memainkan sepak bola indah, tapi juga siap bermain kotor ketika dibutuhkan. Terkadang, bola panjang ke kotak penalti bisa lebih berbahaya daripada umpan cantik,” tegasnya.
Chivu menegaskan Inter masih dalam tahap proses.
“Kami tidak jadi luar biasa hanya karena menang besar di laga pertama, dan kami juga tidak jadi buruk setelah kekalahan ini. Kami tetap sebuah tim yang sedang berkembang. Kami harus belajar menjaga keseimbangan, fokus, dan bekerja keras. Musim masih sangat panjang,” ujarnya.
Kekalahan ini jelas bukan modal ideal bagi Inter jelang jeda internasional. Mereka akan kembali menghadapi jadwal berat, termasuk duel melawan Juventus di Serie A, kemudian melanjutkan perjalanan di Liga Champions.
“Masih ada dua pekan. Sebagian besar pemain akan pergi membela tim nasional, tetapi saya harap jeda ini bisa membuat mereka kembali dengan lebih bersemangat dan penuh determinasi,” tutup Chivu.