Chivu Murka Inter Dikalahkan Udinese: Tampil Cantik Penting, tapi Harus Bisa Main Kotor Juga!
“Pada situasi sulit pertama, kami memberikan penalti. Setelah itu kami kehilangan ketajaman dan fokus. Kami bisa melihat kalau kami sedang kesulitan,” ucapnya.
Meski begitu, Chivu menilai ada perbaikan setelah jeda. Dia memuji determinasi dan grit pemain, walau pada akhirnya tetap gagal memanfaatkan peluang yang ada.
“Setelah babak kedua kami tampil lebih baik, lebih bersemangat, lebih tangguh. Namun seiring waktu berjalan, kami kembali kehilangan ketajaman dan tidak mampu memaksimalkan peluang,” jelasnya.
Untuk membongkar pertahanan Udinese, Chivu bahkan memasukkan semua penyerang yang dimilikinya. Lautaro Martinez, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny dimainkan secara bersamaan. Sayangnya, kiper Udinese jarang benar-benar diuji.
“Kami coba semuanya, termasuk memanfaatkan tinggi badan Pio untuk duel udara. Namun Solet dan Kristensen bermain luar biasa di lini belakang mereka,” kata Chivu.