Brahim Diaz Menangis usai Penalti Panenka yang Gagal Bikin Maroko Gagal Juara Piala Afrika 2025

Abdul Haris
Gelandang Timnas Maroko, Brahim Diaz. (Foto: The Independent)

Pada menit ke-24 masa tambahan waktu, Diaz memilih mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka. Keputusan tersebut berujung fatal karena bola melambung pelan dan langsung ditangkap Mendy tanpa kesulitan.

Kegagalan penalti itu memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Momentum sepenuhnya berbalik ke Senegal yang tampil lebih tenang meski sebelumnya dilanda emosi.

Pada menit ke-94, Pape Sarr mencetak gol spektakuler lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan Senegal dan menghancurkan harapan Maroko meraih gelar Piala Afrika pertama sejak 1976.

Brahim Diaz yang ditarik keluar lebih awal di extra time terlihat sangat terpukul. Dia menangis di akhir laga dan tampak sangat terpukul saat menerima sepatu emas dari Presiden FIFA Gianni Infantino, meski menjadi top skor turnamen dengan koleksi lima gol.

Pelatih Timnas Maroko Walid Regragui menilai waktu menunggu yang panjang sebelum penalti memengaruhi kondisi mental pemainnya. 

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pesta Gol! Brasil dan Maroko Kantongi Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

57 tahun lalu

Hasil Piala Dunia 2026: Haaland Menggila, Norwegia Bungkam Senegal dan Lolos 32 Besar

57 tahun lalu

Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Taklukkan Skotlandia, Ismael Saibari Tentukan Kemenangan

57 tahun lalu

Kylian Mbappe Pakai Jersey Berbeda dari Rekan Setim di Piala Dunia 2026, Ini Alasan Mengejutkannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal