Meski demikian, masa kepelatihan Van Gaal di Manchester United tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia sempat membawa MU menjuarai Piala FA 2016, tetapi gaya bermain timnya dianggap terlalu kaku dan tidak atraktif oleh sebagian fans. Tak lama setelah itu, ia diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh José Mourinho.
Isu yang kini beredar menyebutkan bahwa Louis van Gaal masuk dalam radar calon pelatih Timnas Indonesia. Kabar ini muncul di tengah perdebatan soal siapa sosok ideal yang bisa meningkatkan kualitas tim nasional setelah era Patrick Kluivert.
Namun, jika dibandingkan dengan realitas sepak bola Indonesia, jarak antara level Van Gaal dan dunia sepak bola Asia Tenggara cukup jauh.
Secara finansial saja, sulit membayangkan PSSI mampu menanggung gaji sekelas Van Gaal tanpa dukungan sponsor besar. Bila ia tetap dibayar setara masa melatih MU, maka total biaya per tahunnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah jumlah yang jauh di atas rata-rata anggaran tim nasional di kawasan ini.
Selain itu, struktur kompetisi, infrastruktur, hingga kualitas pemain tentu menjadi tantangan besar. Indonesia memang sedang berkembang pesat dalam hal pembinaan usia muda dan dukungan publik, tetapi masih membutuhkan fondasi yang lebih kuat untuk menarik pelatih top dunia dengan standar Eropa.