Secara logis, cukup sulit membayangkan Louis van Gaal benar-benar melatih Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Ada sejumlah faktor yang membuat kemungkinan itu tampak berat. Pertama, masalah gaji. Saat melatih Manchester United, Van Gaal menerima bayaran fantastis mencapai sekitar Rp160 miliar per tahun, angka yang tentu sangat sulit dijangkau oleh PSSI tanpa adanya dukungan sponsor besar.
Kedua, ada perbedaan level kompetisi. Van Gaal terbiasa menangani pemain top dunia di klub-klub besar Eropa, sementara tantangan di Asia Tenggara tentu sangat berbeda, baik dari sisi kualitas pemain maupun infrastruktur sepak bola.
Selain itu, usia dan kondisi kesehatan juga menjadi pertimbangan penting. Saat ini Van Gaal sudah berusia lebih dari 70 tahun dan pernah menyatakan pensiun usai Piala Dunia 2022 karena masalah kesehatan yang cukup serius. Meski demikian, ia masih sesekali terlibat dalam kegiatan sepak bola, terutama sebagai penasihat atau pengamat.
Faktor terakhir adalah gaya melatihnya. Van Gaal dikenal sebagai sosok yang keras, disiplin, dan perfeksionis. Pendekatan seperti itu mungkin kurang cocok diterapkan secara langsung pada pemain Asia yang memiliki budaya latihan dan karakter berbeda dari pemain Eropa. Dengan semua pertimbangan tersebut, wacana Van Gaal menjadi pelatih Timnas Indonesia terdengar menarik, tetapi secara realistis masih sulit terwujud dalam waktu dekat.
Jika melihat dari seluruh faktor, berapa gaji Louis van Gaal saat melatih MU menjadi gambaran betapa tingginya standar finansial dan profesional pelatih sekelas dirinya. Dengan bayaran mencapai Rp160 miliar per tahun, tentu akan sangat sulit bagi Indonesia untuk merekrutnya tanpa dukungan dana luar biasa besar. Walau begitu, rumor ini tetap menggugah semangat publik sepak bola Tanah Air karena setidaknya, nama besar seperti Louis van Gaal menunjukkan bahwa Indonesia mulai dilihat sebagai negara sepak bola yang serius dan penuh potensi.